An ark for
the pets of Bandung.
Bahtera bagi
hewan peliharaan Bandung.
Bandung's first full-scale animal hospital — a 6,000 m² site on Jalan Dr. Djunjunan with 3,100 m² built, open 24 hours, for diagnostics, surgery, critical care and education this city has never had under one roof. Rumah sakit hewan berskala penuh pertama di Bandung — lahan 6.000 m² di Jalan Dr. Djunjunan dengan 3.100 m² bangunan, buka 24 jam, untuk diagnostik, bedah, perawatan kritis, dan edukasi yang belum pernah dimiliki kota ini di bawah satu atap.
Most pets in Indonesia have never seen a veterinarian. Sebagian besar hewan peliharaan di Indonesia belum pernah diperiksa dokter hewan.
Not because owners don't care — because care isn't close enough, open late enough, or equipped well enough. Bahtera Center is built to remove all three excuses at once. Bukan karena pemiliknya tidak peduli — tetapi karena layanan tidak cukup dekat, jam bukanya terlalu pendek, dan peralatannya tidak cukup lengkap. Bahtera Center dibangun untuk menghapus ketiga alasan itu sekaligus.
Source: Royal Canin Indonesia pet-owner survey, 2022, reported by Antara News. Sumber: survei pemilik hewan Royal Canin Indonesia, 2022, dilaporkan Antara News.
Three people, three reasons, one building.Tiga orang, tiga alasan, satu bangunan.
Bahtera Center began as an idea to build what Bandung had never had. Each of us arrived at that idea from a different direction.Bahtera Center bermula dari gagasan membangun sesuatu yang belum pernah dimiliki Bandung. Kami bertiga sampai pada gagasan itu dari arah yang berbeda.
“I practised for ten years out of a small garage space before I opened a clinic of my own, Revivo Vet. Eventually I had gone about as far as a clinic can go. What I want now is a hospital, and young veterinarians I can teach to be reliable and trustworthy. That is the legacy I want to pass down.”“Saya berpraktik selama sepuluh tahun dari sebuah garasi kecil sebelum membuka klinik saya sendiri, Revivo Vet. Pada akhirnya saya sudah mencapai hampir seluruh batas yang bisa dicapai sebuah klinik. Yang saya inginkan sekarang adalah rumah sakit, dan dokter-dokter hewan muda yang bisa saya didik menjadi andal dan terpercaya. Itulah warisan yang ingin saya tinggalkan.”
“I have bred dogs for years, so I know exactly how it feels to have an animal who needs care my own city cannot give — care that owners elsewhere simply drive to. I kept thinking: one day Bandung will have a hospital that can handle the complex cases. Eventually we stopped waiting for someone else to build it.”“Saya beternak anjing selama bertahun-tahun, jadi saya tahu persis rasanya memiliki hewan yang membutuhkan penanganan yang tidak bisa diberikan kota saya sendiri — penanganan yang bagi pemilik hewan di kota lain cukup ditempuh dengan berkendara. Saya terus berpikir: suatu hari Bandung akan punya rumah sakit yang mampu menangani kasus-kasus kompleks. Akhirnya kami berhenti menunggu orang lain membangunnya.”
“Helping Lissa reach her dream was where it began. What I want beyond that is a community — a hospital that is also a classroom, where children, teenagers and grandparents all learn how to look after an animal properly.”“Membantu Lissa mewujudkan mimpinya adalah awalnya. Yang saya inginkan lebih dari itu adalah sebuah komunitas — rumah sakit yang sekaligus menjadi ruang belajar, tempat anak-anak, remaja, dan lansia sama-sama belajar merawat hewan dengan benar.”
In Indonesian, bahtera means ark — a vessel built to carry living creatures to safety. That is what we want this building to be: somewhere an animal is brought, and is safe.Dalam bahasa Indonesia, bahtera berarti kapal besar — wahana yang dibangun untuk membawa makhluk hidup menuju keselamatan. Itulah yang kami inginkan dari bangunan ini: tempat seekor hewan dibawa, dan merasa aman.
We cannot be an ark for every animal. Space and equipment set the limit, so we care for pets — dogs, cats, exotics, birds, and other small to medium companion animals. Inside that limit we intend to be completely dependable.Kami tidak bisa menjadi bahtera bagi semua hewan. Keterbatasan ruang dan peralatan menentukan batasnya, sehingga kami merawat hewan peliharaan — anjing, kucing, hewan eksotik, burung, serta hewan pendamping berukuran kecil hingga menengah lainnya. Di dalam batas itu, kami bertekad untuk benar-benar dapat diandalkan.
Bahtera Center is our short form of Bandung Animal Health Care Center. Not a literal one. The meaning mattered more to us than the letters.Bahtera Center adalah bentuk singkat kami dari Bandung Animal Health Care Center. Bukan singkatan harfiah. Maknanya lebih penting bagi kami daripada hurufnya.
A legacy of medical hospitality — excellent care, given warmly, to save a life. Warisan keramahan medis — pelayanan terbaik, diberikan dengan hangat, untuk menyelamatkan nyawa.
Because we believe the purpose of humanity is to educate, and to show our love to people and to animals. Karena kami percaya tujuan kemanusiaan adalah mendidik, dan mewujudkan kasih kepada manusia maupun hewan.
Three things we are building at the same time.Tiga hal yang kami bangun bersamaan.
A workplace worth staying inTempat kerja yang layak dipertahankan
Safe, welcoming, practical, and full of joy — because the people who look after animals need looking after too.Aman, ramah, praktis, dan penuh sukacita — karena mereka yang merawat hewan juga perlu dirawat.
A community that holds togetherKomunitas yang saling menopang
Built person by person on compassion and integrity we don't negotiate away.Dibangun satu per satu di atas belas kasih dan integritas yang tidak kami tawar.
A pillar of educationPilar pendidikan
Carrying hope and a better future to every generation — owners, students, and the veterinarians who come after us.Membawa harapan dan masa depan yang lebih baik bagi setiap generasi — pemilik hewan, mahasiswa, dan dokter hewan penerus kami.
Six words we hire for, and fire for.Enam kata yang menjadi dasar kami merekrut — dan melepas.
Care
Communication with heart, and with professional clarity.Komunikasi dengan hati, dan dengan kejelasan profesional.
Honesty
Transparency is our character, not our policy.Transparansi adalah karakter kami, bukan sekadar kebijakan.
Respect
For every person and every animal, every time.Kepada setiap orang dan setiap hewan, setiap saat.
Innovation
We sharpen what we already do well, and learn openly from those who do it better.Kami mengasah kekuatan yang sudah ada, dan terbuka belajar dari yang lebih baik.
Sincerity
Money does not come first. Saving a life does.Uang bukan yang pertama. Menyelamatkan nyawa yang pertama.
Teamwork
One team, united by one passion.Satu tim, disatukan oleh satu gairah yang sama.
Built like a hospital, not a bigger clinic.Dibangun sebagai rumah sakit, bukan sekadar klinik yang diperbesar.
On a 6,000 m² site, with 3,100 m² built across three levels — a semi-basement and two floors — Bahtera Center is the largest private animal hospital in West Java. It is laid out the way human hospitals are: diagnostics, surgery and critical care as one connected circuit, with separated flows for healthy patients, sick patients and isolation cases.Di atas lahan 6.000 m², dengan 3.100 m² bangunan di tiga lantai — satu semi-basement dan dua lantai — Bahtera Center adalah rumah sakit hewan swasta terbesar di Jawa Barat. Ditata seperti rumah sakit manusia: diagnostik, bedah, dan perawatan kritis dalam satu rangkaian yang terhubung, dengan alur terpisah untuk pasien sehat, pasien sakit, dan kasus isolasi.
Consultation rooms are separated by species. A dog in the corridor is a stressor for every cat in the building, so cats, dogs and exotics never share a waiting path. It is a small design decision that changes the entire experience of a visit.Ruang konsultasi dipisahkan berdasarkan spesies. Seekor anjing di koridor adalah sumber stres bagi setiap kucing di gedung ini, sehingga kucing, anjing, dan hewan eksotik tidak pernah berbagi jalur tunggu. Sebuah keputusan desain kecil yang mengubah keseluruhan pengalaman kunjungan.
Both VVIP rooms contain a bed for a person — one single, one double. An owner can stay the night beside their animal. Those two beds are the clearest thing we can say about what we mean by medical hospitality.Kedua kamar VVIP dilengkapi tempat tidur untuk manusia — satu ukuran tunggal, satu ukuran ganda. Pemilik dapat menginap di samping hewannya. Dua tempat tidur itu adalah cara paling jelas untuk menjelaskan apa yang kami maksud dengan keramahan medis.
And one room in the building treats no animals at all: the education room, where owners, students and the community learn what good pet care actually looks like.Dan satu ruangan di gedung ini tidak merawat hewan sama sekali: ruang edukasi, tempat pemilik hewan, mahasiswa, dan komunitas belajar seperti apa perawatan hewan yang benar.
- Land areaLuas lahan
- 6.000 m²
- Building areaLuas bangunan
- 3.100 m²
- LevelsJumlah lantai
- 3 (incl. semi-basement)3 (termasuk semi-basement)
- Consultation roomsRuang konsultasi
- 7
- — canine— anjing
- 3
- — feline— kucing
- 3
- — exotics, birds, reptiles— eksotik, burung, reptil
- 1
- Operating theatresRuang operasi
- 2
- — general surgery— bedah umum
- 1
- — C-arm theatre— ruang C-arm
- 1
- CT scan roomRuang CT scan
- 1
- Digital X-ray roomRuang rontgen digital
- 1
- Ultrasound roomRuang USG
- 1
- Microscopy roomRuang mikroskop
- 1
- Intensive care cagesKandang perawatan intensif
- 10
- Isolation wardsRuang isolasi
- 6
- — canine— anjing
- 3
- — feline— kucing
- 3
- Recovery roomsRuang pemulihan
- 2
- — canine— anjing
- 1
- — feline— kucing
- 1
- VVIP inpatient rooms — owners may stayKamar rawat inap VVIP — pemilik dapat menginap
- 2
- — with single bed— dengan tempat tidur ukuran tunggal
- 1
- — with double bed— dengan tempat tidur ukuran ganda
- 1
- Education roomRuang edukasi
- ✓
- Car parkingParkir mobil
- 45
- Motorcycle parkingParkir motor
- 50
- Full servicesLayanan lengkap
- 06.00–22.00
- EmergencyGawat darurat
- 24/7
Consultation, surgery, imaging, rehabilitation, grooming, boarding.Konsultasi, bedah, radiologi, rehabilitasi, grooming, dan penitipan.
Emergency only. The lights stay on; the hospital does not close.Hanya gawat darurat. Lampu tetap menyala; rumah sakit tidak pernah tutup.
Small to medium companion animals. Space and equipment set the limit — we would rather be excellent inside it than adequate beyond it.Hewan pendamping berukuran kecil hingga menengah. Ruang dan peralatan menentukan batasnya — kami memilih unggul di dalam batas itu daripada sekadar memadai di luarnya.
Three co-founders. A clinician at the helm.Tiga pendiri. Seorang klinisi di kemudi.
Fifty-plus people join them at opening, across nine departments.Lebih dari lima puluh orang bergabung saat pembukaan, tersebar di sembilan departemen.
drh. Lissa Noviani
Veterinarian and alumna of IPB University, with fifteen years in practice, since 2011. Founder of her own clinic, Revivo Vet, and now leads Bahtera Center — ready to welcome every pet owner in the city.Dokter hewan dan alumna Institut Pertanian Bogor (IPB), dengan lima belas tahun pengalaman praktik sejak 2011. Pendiri kliniknya sendiri, Revivo Vet, dan kini memimpin Bahtera Center — siap menyambut setiap pemilik hewan di kota ini.
Tata Suryadi Tjahjadi
Computer science graduate and former professional photographer. Built his operations career with private firms in Singapore, then founded and ran three businesses of his own — a photography studio, a rose nursery, and a bag design label.Sarjana ilmu komputer dan mantan fotografer profesional. Membangun karier operasionalnya di perusahaan swasta di Singapura, lalu mendirikan dan menjalankan tiga usaha miliknya sendiri — studio fotografi, pembibitan mawar, dan label desain tas.
Christine Hermawan
Graduate in Human Resources from the University of Wollongong and a former consultant for Reach in New South Wales, Australia. She connects people’s potential to what Bahtera Center is building, and leads its education programme.Sarjana Manajemen Sumber Daya Manusia dari University of Wollongong dan mantan konsultan untuk Reach di New South Wales, Australia. Ia menghubungkan potensi manusia dengan apa yang sedang dibangun Bahtera Center, dan memimpin program edukasinya.
From groundbreaking to doors open.Dari peletakan batu pertama hingga pintu terbuka.
GroundbreakingPeletakan batu pertama
Construction begins on Jalan Dr. Djunjunan.Pembangunan dimulai di Jalan Dr. Djunjunan.
Construction completeKonstruksi rampung
Handover, equipment installation and commissioning.Serah terima, pemasangan alat, dan uji fungsi.
Soft openingSoft opening
Limited services, full team onboarding, systems running live.Layanan terbatas, orientasi penuh untuk seluruh tim, dan seluruh sistem mulai beroperasi.
Grand openingGrand opening
All services live, 24 hours a day.Seluruh layanan beroperasi, 24 jam sehari.
On Pasteur, where the city arrives.Di Pasteur, gerbang masuk kota.
Jalan Dr. Djunjunan
No. 184–188
Bandung, West JavaJawa Barat
Minutes from the Pasteur toll gate on one of Bandung's main arteries — reachable from anywhere in the city at three in the morning, which is exactly when an emergency hospital needs to be reachable. On site: 45 car and 50 motorcycle spaces, so arriving with a frightened animal does not begin with circling for parking.Beberapa menit dari gerbang tol Pasteur, di salah satu arteri utama Bandung — dapat dijangkau dari seluruh penjuru kota pada pukul tiga pagi, yaitu saat rumah sakit gawat darurat justru paling dibutuhkan. Di lokasi tersedia 45 slot parkir mobil dan 50 slot parkir motor, sehingga datang bersama hewan yang ketakutan tidak perlu diawali dengan berputar mencari tempat parkir.